Arsip Kategori: Knowledge

Project Charter

Nah ini dia, wkwk… ini masih kelanjutan tugas manajemen proyek, kalo yang sebelumnya kita buat itu “Proposal Proyek”, nah yang satu ini contoh Project Charter yang gak kalah penting dari proposal. Sumber atau panduannya masih sama dari buku milik Rudy Tantra.
Boleh dilihat 🙂
Download here Contoh Project Charter !!!!!!!

Semoga bermanfaat 🙂

Struktur Proposal Proyek

Saya share sedikit tugas mata kuliah Manajemen Proyek mengenai Proposal Proyek Perancangan Sistem Informasi Penjualan.

Proposal ini dibuat dengan referensi dari buku milik Rudy Tantra “Manajemen Proyek Sistem Informasi”.P_20160309_141902.jpg

Boleh dilihat… Semoga bermanfaat 🙂

Download disini Contoh Proposal Proyek 🙂 🙂 🙂

Adblock Plus (ABP)

Keamanan Secara Online Menggunakan Adblock Plus

Penyebab : Ketika komputer kita tersambung dengan internet, misalnya saja browsing, kita akan merasa sangat terganggu dengan iklan-iklan yang tidak penting.

Akibat : Karena banyaknya jendela pop up yang terbuka karena iklan-iklan itu dapat membuat browsing menjadi lambat.

Solusi : Dengan Adblock Plus secara otomatis akan memblokir iklan yang muncul sehingga bandwidth tidak terbagi.

Komputer Canggih Masa Depan

The amazing technology

New Informatika Komputer

Laptop dan komputer sudah menjadi barang yang hampir di gunakan sehari hari untuk bekerja, sekolah, kuliah, dan lain lain. Semakin ada barang yang canggih muncul, maka barang yang lama sudah mulai turun, itu lah yang di alami komputer sekarang ini. Saat ini orang diluar sana lebih banyak yang memilih laptop atau notebook sebagai barang gadget mereka yang baru. Tapi dengan harga persaingan ketat pun , banyak laptop dan notebook yang murah. Demikian adalah beberapa foto atau gambar komputer masa depan.

Lihat pos aslinya 32 kata lagi

Naskah Drama 3ipa1

NASKAH DRAMA

Garlicia & Oni Ontika
(Bawang Merah Bawang Putih versi Modern)

Hiduplah seorang gadis bernama Garlicia Gamir atau yang biasa disebut Ici. Ia tinggal di salah satu desa yang bernama desa Maju Mundur. Ia sangat bahagia dengan kehidupannya bersama kedua orang tuanya. Ayahnya yang bernama Raden Gakgak Kuat adalah seorang pedagang yang sukses, karena keahliannya dalam mengelola dagangannya. Dan ibunya bernama Nyai Mirah adalah seorang ibu yang baik bagi Ici. Raden Gakgak kuat sering meninggalkan Ici dan ibunya ke kota untuk berdagang.

Pagi-pagi sekali di depan rumah..

Raden Gakgak : “Ibu mana kopi ayah? Udah jam berapa ini, nanti ayah ketinggalan bis ke kota.”
Nyai Mirah : “Sebentar ayah (merapikan baju ayah). Ayah duduk aja dulu sama ibu, ibu udah nyuruh Ici buatin kopi untuk ayah.” (Menarik tangan ayah lalu duduk)
Raden Gakgak : “Ibu kaya sedih gitu, ada apa? Sini cerita sama ayah.” (Memperhatikan wajah ibu)
Nyai Mirah : “Ah ibu gak apa-apa, ibu Cuma ngerasa gak enak hati aja hari ini.”
Raden Gakgak : “Duh ibu ini kaya anak Long Distance Relationship  yang mau di tinggal mudik aja deh.  Ayah kan dikota Cuma 2 minggu.”
Nyai Mirah : “Ah ayah ! Iya tapi ibu kan lagi kurang sehat jadi takut kesepian aja kalo ditinggal ayah lama-lama.”
Radeng Gakgak : “Iya ayah pasti cepet pulang kok, ibu tuh cantik loh kalo senyum.”
Nyai Mirah : (Tersenyum)
Raden Gakgak : (Nyanyi) What is make you’re beutiful – One direction
Ici : “Aduh ayah sama ibu pagi-pagi udah bikin Ici iri aja nih, nih ayah kopinya, maaf lama.”
Raden Gakgak : “Iyaa dong ayah sama ibu kan pasangan romantis, terimakasih sayang. (meminum kopi) . Yaudah kalo gitu ayah pergi dulu yah udah siang.”
Nyai Mirah : “Iya, hati-hati ayah.”
Nyai Mirah dan Ici mencium tangan Raden Gakgak. Lalu Raden Gakgak pun pergi. (Christina Perri – A thousand year)

Dirumah lain hiduplah seorang janda muda yang bernama Nyai Awis dan anaknya Oni ontika yang biasa di sebut Oni. Mereka sangat membenci Ici dan ibunya karna Oni dan ibunya  iri dengan kehidupan mereka yang bahagia lengkap dengan seorang ayah yang tampan. Nyai Awis sangat menyukai Raden Gakgak karena ketampanannya terlebih karna harta yang dimilikinya.

Di jalan Raden Gakgak bertemu dengan Nyai Awis dan Oni.. Nyai Awas dan Raden Gakgak bertabrakan. (SLANK – Pandangan pertama)

Oni : “Mamih gak apa-apa? Aduh paman minta maap dong sama mami aku.”
Raden Gakgak : “Oh, mm maap saya gak sengaja.”
Nyai Awis : “Udah-udah gak apa-apa ko, mamih gak apa-apa Oni. Mas Gakgak pasti mau ke kota yah?”
Raden Gakgak : “Iya biasa, tuntutan pekerjaan.”
Nyai Awis : “Oh iya ati-ati mas, kapan-kapan mampir ke rumah saya.” J
Raden Gakgak : “Iya terimakasih. Mari saya permisi dulu …” (Pergi)
Nyai Awis : “Mami gak keberatan loh ni kalo kamu punya papih kaya Raden Gakgak itu, udah ganteng, baik, kaya, kebonya banyak sawahnya ngampar gitu, uh mami sih pasti langsung minta ke Paris kalo jadi istrinya dia.”
Oni : “Paman Gakgak itu setia kali mih sama bininya yang kamseupay itu.”
Nyai Awis : “Dia pasti bisa jadi papih kamu, liat aja nanti.”
Oni : “Ciusss mihhh? “
Nyai Awis : “Enelan deh.”
Oni : “Duuhh mamih, tapi gimana caranya?”
Nyai Awis : “Mau tau aja apa mau tau banget? Udahlah sayang itu urusan mamih, kamu tenang aja.”

Keesokan hari disekolah… Ici dan kedua temannya Anah dan Ika sedang jajan di kantin sekolah, lalu datang seorang siswa laki-laki yang tak mereka kenal mendekati Ici, Anah dan Ika.

Zubi : “Hai, boleh gue gabung?”
Anah : “Oh, boleh-boleh duduk sini.” (kecentilan)
Ika : “Anah ari kamu teh kenapa atuh kaya cacing ugel-ugelan kitu?”
Anah : “Udah ka, kamu diem aja, ini urusan cowo. J
Ika : “Idih saya mah sok malu pisan atuh liat kamu jendil kitu teh.”
Zubi : “haha, udah-udah nyantai aja. Kenalin gue Arsyad Hudzubila, kalian boleh panggil gue Zubi.” (bersalaman dgn Ici. Nidji-bila aku jatuh cinta)
Ika : “Udah atuh salamannya kalian, kita teh belum di kenalin juga.”
Anah : “Iya nih.” (bersalaman)
Ici : “Kamu anak baru? Kayanya aku sama temen-temen baru liat.”
Zubi : “Iya. Gue pindahan dari kota, tadi gue udah kenalan sama anak cowo yang namanya Surya, tapi tau deh ilang.”
Ici : “Oh, Surya temen sekelas kita. nanti aku sampein deh kalo kamu nyari dia.”
Zubi : “Kalian sekelas sama Surya? Sama gue juga dong, soalnya tadi gue dikenalin ke Surya itu sama guru dikantor, katanya gue bakal sekelas sama dia.”
Anah : “Wahh seru dong kita bakal sekelas sama cowo kece ini.” J
Ika : “Ih udah atuh Anah, isin itu sama Zubi.”
Anah : “Gapapa dong ka, kamu gak seneng banget liat sahabat sendiri seneng.”
Zubi : “Udah udah, gapapa ko Ka, kalian asik juga.” J

Datang Oni, Indi, Sita, dan Ely..

Ely : “Duh ada geng upay nih”
Sita : “Bisa kali yah kita gak usah lewat sini, gue agak jiji.”
Indra : “Iya, apa lagi sama si bloon Ika tuh. Eh, lo siapa? Cucok banget deh.”(menunjuk Zubi)
Zubi : “Gue Arsyad Hudzubila, panggil aja Zubi.”
Oni : “Hei, kenalin gue Oni Ontika cewe paling cantik di SMA Harapan ini.” (menyalami Zubi. Roullete-aku jatuh cinta)
Zubi : “Oke. Gue, Ici, Anah, sama Ika kayanya mesti nyari Surya ke kelas. Permisi.” (pergi)
Ely : “Bahaya ni, lo bisa keduluan cinderella kampung itu.”
Oni : “Santai, gue gak akan buat dia tenang sampe gue dapet apa yang harus gue dapet.”

Sepulang sekolah dirumah Ici ..

Nyai Mirah : “Ibu lemes banget ci, ayah mungkin baru pulang 3 hari lagi. Ibu boleh minta tolong?”
Ici : “Boleh dong ibu, ibu ke dokter aja yu, biar Ici anter.”
Nyai Mirah : “Justru itu, ibu gak kuat jalan, ibu mau minta tolong panggilin bu mantri di kampung sebelah itu kesini.”
Ici : “Tapi nanti siapa yang jaga ibu kalo Ici pergi?”
Nyai Mirah : “Tadi Nyai Awis, ibunya Oni datang kesini jenguk ibu, dan dia mau nemenin ibu pas kamu pergi nanti ko Ci.”
Ici : “Ibu yakin?”
Nyai Mirah : “Iya sayang, tolong yah panggilkan ibu mantri, badan ibu udah gak enak sekali.”
Nyai Awis : “Assalamu alaikum.”
Ici : “Wa alaikum salam, masuk Nyai. Nyai gak lagi repot kan? Ici titip ibu sebentar.”
Nyai Awis : “Iya Ici, ibumu udah bilang sama ibu buat minta di temenin, ibu gak keberatan ko, kamu pergi aja, hati-hati dijalan.”
Ici : “Makasih Nyai. Nyai masuk aja. Ici tinggal dulu ya. Assalamu alaikum.”
Nyai Awis : “Wa alikumsalam.”

Lalu mendekati Nyai Mirah…

Nyai Awis : “Mirah, ini aku bawakan bubur, dimakan ya. Ici sudah berangkat ke kampung sebelah.”
Nyai Mirah : “Terimakasih Wis, kamu baik sekali.” (lalu makan)

Ternyata Nyai Awis dan Oni sebelumnya sudah mencampurkan racun ke dalam makanan Nyai Mirah. Dan tanpa perlu waktu yang lama Nyai Mirah pun meninggal. (Icipun tiba dirumah bersama mantri).

Ici : “Astagfirullah ibu (lari mendekati ibunya) ibu ngapain tidur disini? Nyai Awis kemana?”
Mantri : “Ici, ibu kamu kayanya bukan seperti  tidur  (memegang tangan ibu Ici)”.
Ici : “Maksud bu mantri apa? Saya tidak mengerti (heran)”.
Mantri : “Maksud saya, ibumu sudah tiada. Denyut nadinya sudah tak berdetak lagi”.
Ici : “Yatuhan.. engga bu mantri,engga mungkin. Ibu masih ada, ibu engga mungkin meninggal. Bilang kalo bu mantri bohong,bilaaanggg. Ibu bangun bu, ibu masih hidup ibu engga boleh ninggalin Ici sama ayah. Ibu bangun (berteriak sambil menangis)”.

Nyai Awis datang.

Nyai Awis : “Ici..ici kenapa menangis? Ada apa ini bu Mantri? (seakan-akan tak tau apa-apa)”.
Mantri : “Nyai Mirah sudah tiada.”
Nyai Awis : “Ya ampun, kok bisa? Padahal baru sebentar saya meninggalkannya kekamar mandi, apa ada pencuri, maling, rampok? (panik).”
Mantri : “Tidak ada apa-apa Nyai,rumah masih terlihat rapih seperti tidak ada tanda-tanda orang lain masuk rumah.”
Ici : “Nyai Awis,tolong jelaskan. Tolong jelaskan kenapa ibu bisa sampai begini. Kenapa? (nangis terisak).”
Nyai Awis : “Nyai juga engga tau sayang, udah ikhlaskan kepergian ibumu agar ia tenang dialam sana. Jangan menangis lagi yah sayang. Ada Nyai  yang akan menjagamu walau tak bisa menggantikan posisi ibumu.”  (NOAH – Berartinya Dirimu)

3hari kemudian, Raden Gakgak pulang kerumah .

Ici : “Ibu.. ici kangen sekali sama ibu, ibu bahagiakah disana? Hari ini ayah akan pulang bu, Ici bingung bagaimana menjelaskan kepada ayah bahwa ibu telah tiada menemani kita lagi (menangis sambil memandangi foto sang ibu).”
Raden Gakgak : “Apa Ici? Ibu sudah tiada? Maksud kamu, ibu sudah meninggal? Astagfirullah ibu, kenapa ibu pergi meninggalkan ayah? Kenapa ibu cepat pergi meninggalkan Ayah dan Ici (menangis sambil memegang  foto ibu). Ici, kapan ibumu meninggal nak?”
Ici : “Tiga hari yang lalu ayah.” (sambil menangis)
Raden Gakgak : “Tiga hari yang lalu? Tapi ayah tidak tau sama sekali tentang hal ini. Suami macam apa ayah ini, astagfirullah. Lalu selama ini siapa yang mengurusmu.”
Ici : “Maafkan Ici yah,Ici bingung bagaimana cara menyampaikan ini sama ayah. Yang selama ini mengurus Ici Nyai Awis yah. Yah,Ici kangen ibu (menangis sambil memeluk sang ayah)
Raden Gakgak : “Jangan menangis sayang,ayah juga sangat-sangat kangen kepada ibumu.” (Kerispatih – Mengenangmu)

Dua bulan sudah berlalu sejek meninggalnya Nyai Mirah. Dan selama ini Nyai Awis lah yang mengurus segala kebutuhan Raden Gakgak dan Ici.

Raden Gakgak : “Terimakasih Wis, kamu sudah mau menemani Ici selama ini.”
Nyai Awis : “Gak apa apa, aku seneng bisa bantu keluargamu dalam keadaan sulit ini.”
Raden Gakgak : “Aku ingin tenang meninggalkan Ici kalo nantinya aku harus berdagang lagi ke kota, dan aku sudah sangat mempercayai kamu.” (lagu – pilihanku)
Nyai Awis : “Maksud Raden apa?”
Raden Gakgak : “Aku mau kita meresmikan hubungan kita dalam pernikahan, untuk kebahagiaan anak-anak kita, Ici dan Oni. Apa kamu mau menjadi ibu dari Ici?”
Nyai Awis : “Tentu, aku sayang sekali sama Ici, aku sudah menganggap dia seperti anakku sendiri.”

Akhirnya Nyai Awis resmi menjadi ibu tiri Ici dan  Oni menjadi saudara tirinya. Suatu pagi ketika Raden Gakgak akan pergi ke kota.

Raden Gakgak : “Ayah pergi dulu ya nak, baik baik dirumah, ayah mungkin disana beberapa bulan, tapi ayah bakal coba biar bisa pulang cepet ko.”
Ici : “Iya ayah, Ici pasti kangen ayah.”
Raden Gakgak : “Wis, tolong jaga Ici, dan kalian Ici, Oni yang rukun dirumah, nurut sama ibu. Nanti ayah bawakan oleh-oleh untuk kalian kalau pulang.”
Nyai Awis : “Iya mas, pasti hati-hati di jalan.”
Oni : “Oke ayah.”

Ketiganya menyalami tangan Raden Gakgak, lalu iapun pergi ke kota untuk waktu yang cukup lama.

Oni : “Oke tuan putri, cerita baru di mulai.”
Ici  : “Maksud kamu apa ni?”
Nyai Awas : “Maksud Oni, kisah hidup kamu baru dimulai saat ini. mulai sekarang kamu yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah tanpa terkecuali. Jangan pikir aku menyayangimu, dan jangan sekalipun coba-coba mengadu pada ayahmu.”
Oni : “Termasuk PR gue, dan lo mesti bawain tas gue ke sekolah setiap hari. Haha.. ayo cepet kita berangkat, jangan lelet.”
Nyai Awas : “Hati-hati sayang.” (mencium Oni)

Di sekolah…

Indra : “Pembantu baru Ni?”
Oni : “Iya dong, hebatkan gue.”
Sita : “Lo emang hebat ni, kantin yuk. Zubi ada disana lohh.”
Oni : “Oke, tapi kayanya lo gak usah ke kantin deh Ci, gue gak mau liat lo kegatelan sama Zubi, sana pergi.”
Eli : “Iya bener pembokat ini gak pantes deket-deket sama Zubi yang istimewa banget itu. Sana sana, huss yang jauh dari kita.”
Oni : “Zubi !!!”
Zubi : “Ya?”
Surya : “Gak usah teriak kali, kita kan lewat depan muka lo bukan di ujung kulon, berisik amat.”
Sita : “Diem deh lo !”
Oni : “Baru aja gue mau ke kantin nyari lo, eh ketemu disini. Jodoh ya kita. J”
Surya : “Gila yah lo jadi cewe ngarep banget, emang Zubi mau sama lo.”
Oni : “Diem deh Surya, gue lagi gak ngomong sama lo.”
Indra : “Tau nih kaya bajaj di kota lo, demen nyamber,rempongtase deh.”
Surya : “Kalian tuh yang kaya bajaj.”
Zubi : “Udah udah. Lo ada perlu apa Ni? Kalo gak penting penting banget gue sama Surya mau ke kelas, bentar lagi bel.”
Oni : “Gue sih Cuma pengen jajan ke kantin bareng lo aja Bi, mau kan?”
Zubi : “Duh sori Ni, tapi lo juga tau kan bentar lagi bel bunyi, jadi kita mesti ke kelas, bye.”
Surya : “Daahhh gadis gadis bajaaaaj.” J
Oni : “Ih, Zubi !!”
Sita : “Ini Pasti gara gara si Ici, Ni.. gue yakin dia suka sama Zubi dan pengaruhin si Zubi.”
Eli : “Bener Ni, mesti kita abisin tuh anak.”
Indra : “Ih ngeri. Kalian udah mulai mirip sumanto yaa, mulai suka manusia?”
Oni : “Diem lo ! Gak usah bego, mau gue kawinin sama si Ika yang bloon itu lo biar sejoli?!”
Indra : “Engga engga, maap ni maap.”
Oni : “Tenang aja gue punya satu rencana, gue bakal buat Ici malu didepan Zubi.”

Bel masuk pun berbunyi…

Ibu Merri : “Anak-anak,ibu punya pengumuman . Di acara perpisahan nanti akan diadakan pemilihan King and Queen dan akan divote langsung oleh seluruh siswa-siswi SMA ini. Pemenangnya akan di umumkan pada acara perpisahan nanti. Bagi yang berminat silahkan daftar ke Ibu disebelah Ruang OSIS. Ya udah cukup segitu aja pengumumannya dan satu lagi Pak Dayat hari ini tidak masuk jadi kalian jangan berisik.”
Surya : “Ada tugas dari pak Dayat engga bu Merri  yang cantik ?”
Ibu Merri : “Engga ada kok surya, tapi jangan berisik yah kerjakan saja soal-soal yang ada.
Surya : “Terima kasih bu Merri yang cantik jelita.” (senyum-senyum)

(Bu Merri keluar kelas)

Zubi : “Ganjen banget sih, sadar woy itu guru. Guru lo sendiri bro,masa mau diembat juga?”
Surya : “He to the lo,HELLO Zubi,ibu Merri itu cantiknya mebahana tiada tanding jadi mana ada sih para lelaki yang tak menyukainya.” (senyum-senyum)
Zubi : “Iya kecuali gue, bagi gue bu Merri killer.”
Surya : “Zubi..aku engga nyangka kamu engga suka sama wanita,iiihh jangan-jangan kamu deketin aku gara-gara kamu aw (ngedip-ngedip ala banci).”
Zubi : “Ih..najis,gue masih normal. Gue masih suka sama wanita dan wanitanya itu bidadari yang turun dari dari kayangan. (senyum-senyum sendiri).”
Surya : “What ever, awas aja kalo lo naksir sama gue. Gue engga belok cin.”
Zubi : (bengong) iyuh, gue juga engga belok ne (ala banci) haha.”

(Tettt Bel Istirahat)

Di kantin …

Surya : “Lo sama Ici ikutan aja pemilihan King and Queen itu, kalian pasti menang. Lumayan loh hadiah uangnya cukup gede.”
Anah : “Bener tuh, biarpun aku ngefans banget sama Zubi, tapi aku setuju ko Ci, kalo kalian ikutan acara itu.”
Ika : “Iyalah Ici kan lebih cantik dari kamu.”
Ici : “Ah kalian ini ada ada aja, aku gak pede ikut acara kaya gitu, lagian kan aku gak cantik.”
Zubi : “Lo cantik kali Ci, lagian gue setuju sama usul mereka, kenapa gak coba aja?”
Surya & Anah : “Iya Ci.”
Ika : “Ayo ci, ikutan yah, di coba aja. Kita pasti dukung kamu sama Zubi ko.”
Ici : “Nanti aku pikir pikir dulu deh yah. Aku gak bisa ngambil keputusan sekarang.”
Surya : “Gue kekelas duluan yah.”
Ika : “Ika mau ketoilet. Anah,anterin yuk,kebelet.”
Anah : “Dasar penakut,yaudah ayok. Ici kalau mau kekelas duluan aja.”
Ici : “Ok. Mau kekelas Bi?”
Zubi : “Ayok.”
(Melewati Ruang OSIS tempat pendaftaran KING and QUEEN )
Zubi : “Ci, kamu yakin engga mau ikut pemilihan KING and QUEEN itu? Kenapa? Karena aku ikut juga yah jadinya kamu engga mau ikut.”
Ici : “Bukan gitu Bi,tapiii..”
Zubi : “Tapi apa Ci? Ok aku rela engga ikut pemilihan itu agar kamu ikut kalau emang aku alasan kamu untuk enggan mengikuti pemilihan itu.”
Ici : “Bi. Duh gimana yah? Hmm..yaudah deh Bi,aku ikut tapi kamu jangan ngundurin diri gitu dong aku merasa bersalah.”
Zubi : “Ok..ok aku daftarin dulu yah.
(Menuju meja Bu Merri)
Zubi : “Ibu, saya mau daftar.”
Ibu Merri : “Isi nama lengkap, dan kelas.”

(Menuju Ici)

Zubi : “Sudah kudaftarkan, yuk kekelas.”
Ici : “ayuk (senyum).”

(Geng Oni pun ingin mendaftar dan menghampiri meja Bu Merri)

Oni : “Ibu, saya mau daftar dong.”
Ibu Merry : “Isi nama lengkap, dan kelas.”
Oni : (kaget) “Apaa? Siupay ikut pemilihan ini juga? Kurang ajar,berani dia. Awas aja liat nanti abis lo gue siksa dirumah. Berani lo ngerebut Zubi dari gue berarti lo juga berani bermain-main sama nyawa lo sendiri Ici.”
Indra : “Buseng,serem banget lo Ni, tapi gue yakin yang menang pasti lo engga mungkin siupay itu menang.”
Oni : “Lo bener, dia engga mungkin menang dan engga akan pernah mungkin.”

Setibanya Oni dirumah.

Oni : “Mih, mamih..where are you mih?”
Nyai Awis : “Apa sih sayang,kok pulang sekola teriak-teriak. Ada apa?”
Oni : “Itu mih,anak tiri mami ngelunjak banget mih,masa dia ikut pemilihan KING and QUEEN disekolah, udah tau yang bakal jadi Queen itu aku dan Kingnya itu Zubiku. Aku engga rela mih kalo misalkan siupay itu jadi Queen sekaligus mendampingi Zubi. Aku engga relaa.” (sambil teriak)
Nyai Awis : “Sabar-sabar sayang. Emang kurang ajar tuh anak engga tau diri,entar mamih cari akal agar dia tak bisa mengikuti pemilihan kingenkong itu.”
Oni : “King and Queen mamih sayang”.
Nyai Awis : “Oh iya itu tadi maksud mamih, memang kapan acara pemilihannya?”
Oni : Masih lama mih, sekitar 4 bulan lagi.
Nyai Awis : “Oh beres itu mah.”

4 Bulan kemudian saat pelulusan akan diumumkan semua siswa dan siswi merasa tegang .

Ika : “Duh Ika deg-degkan nih Ci, berapa lama lagi sih kita nunggu pengumumannya?”
Ici : “Sebentar, mungkin sebentar lagi sabar aja yah Ka, Ici juga deg-degkan.”

(Ibu Merry Keluar dan menempelkan hasil siapa saja yang LULUS)
(Anak-anak pada mencari)

Ika : “Ici,Anah, Ika LULUS. Ika LULUS. Ika engga mimpikan?”
Anah : “Engga Ika, Ika engga mimpi, Ika LULUS dan kita semua LULUS. Ye (Senang dan berpelukan).”
Surya : “Kalian LULUS? Sama dong,aku sama Zubi juga. Asik yah. Pelukan dong.”
Anah : “Ih ngarep banget sih,sono pelukan sama tiang listrik aja.”
Zubi : “Hahaha..udah udah. Ci, kamu masih engga berubah fikirankan untuk mengikuti pemilihan itu?”
Ici : “Insyaallah Bi.”

(Geng Onipun datang)

Ely : “Eh emang situ doang yang LULUS,kita-kita juga kali jadi engga usah over deh,biasa aja. Engga pernah ngerasain LULUS yah? Duh miris banget sih.”
Sinta : “Tau ih iyuh banget keliatannya.”
Oni : “Well.. Ici..Ici lo engga mungkin menang dalam pemilihan King and Queen besok, gue jamin. Cabut guys.”
Surya : “Ih sirik,pergi sana lo para nyingnying. Lo noh iyuh kuadrat.”

Keesokan harinya

Ici : “Ibu, Ici pamit mau kesekolah. Asalamualaikum.”
Nyai Awis : “Oh yaudah sono-sono gih pergi.” (asik sedang maskeran)

(Sesampainya disekolah)

Oni : “Loh kok si tengil loser ada disini,mamih kenapa engga nahan dia waktu dia berangkat. Ih mamih.”
MC : “Ok attention please. Hari ini, hari yang ditunggu-tunggu oleh semua siswa-siswi SMA Harapan ini, applaus dong. Siapa yang mau tau King and Queen tahun ini,kalau mau tau mana suaranya dong. Ok ok pasti udah pada engga sabar yah, ini mutlak yah pilihan anak-anak jadi tidak bisa diganggu gugat. Yang mendapat gelar KING and QUEEN for tonight is ..”

( anak-anak saling berpegang tangan saat menunggu keputusan)

MC : “siapa hayo? Siapa? Pada nungguin yah? “
Surya : “Woy cepet dong WC, eh maksudnya MC. Jangan bikin penasaran.”
MC : “Ok ok tenang tenang tenang, daaann yang menjadi KING and QUEEN for tonight is Arsyad Hudzubila dan Garlicia Gamir.”
Anah : “Ici, kamu terpilih,selamat yah.”
Surya : “Weits mas bro selamat lo terpilih.”
MC : “Untuk keduanya silahkan maju kedepan untuk meraih penghargaan sebagai KING and QUEEN of the year.

(jalan menuju panggung sambil bergandengan)

MC : “Applaus buat KING and QUEEN sekolah kita yang baru. Selamat yah. (salaman lalu memakaikan topi). Ok semuanya. It’s time to party.
Oni : “Sialaaannn. Kenapa sitengil upay yang dapet, engga rela sumpah engga rela. Awas lu Ici, malam ini lu abis dirumah.” (langsung pulang kerumah)
Zubi : “Ci, selamat yah. Kamu bukan hanya menjadi ratu disekolah ini tapi kamu udah berhasil menjadi ratu dihatiku.

(Judika – Cinta Satukan Kita)

Ici : “Tapi bi..” (Blink – Takut Jatuh Cinta)
Zubi : (Ronald Gustav – I Say I Love You)” Gimana Ci,maukah kamu menjadi ratu dihatiku untuk besok, besoknya lagi dan seterusnya?”
Ici :  “Iya, aku mau Bi.” (Bonus – Sejuta Rasanya)

(Sesampainya dirumah)

Ici : “Bi,makasih yah udah mau ngaterin aku sampe rumah.”
Zubi : “Iya ratu hatiku, everything for you. (senyum) Ya udah gih masuk udah malem,aku pulang dulu yah, see you tomorrow my Queen.”
Ici : “Hati-hati Bi.”

(Datanglah Nyai Awis dan Oni)

Nyai Awis : “Oh enak banget yah kamu baru pulang, pekerjaan rumah masih banyak kamu malah kelapan sama laki-laki yang engga jelas. Kamu fikir kamu ratu dirumah ini, mimpi kamu. Nih cuci baju saya malam ini juga harus sudah beres,kalau tidak beres malam ini juga kamu tidak boleh makan selama seminggu.”
Oni : “Nih sekalian tas,baju,sepatu gue cuci yang bersih yah. Gue engga mau masih ada kumannya. Cepet,jangan kebanyakan bengong.”
Ici : “Iya bu,Ni,” (Oni dan Nyai Awis pergi, sedangkan Ici mencuci dikamar mandi).

Kasihan Ici ia selalu diperlakukan tidak adil oleh ibu dan saudara tirinya. Tapi tidak lama kemudian Raden Gakgak pulang kerumah setelah berbulan-bulan berdagang dikota.

Raden Gakgak : “Assalamualaikum, Ici, Ibu, Oni, ayah pulang sayang.”
Nyai Awis : “Eh sayang udah pulang kenapa tidak kasih kabar dulu.” (muka panik).
Raden Gakgak : “Iya bu, ayah sengaja mau bikin kejutan untuk kalian semua, Ici mana bu? Ici, Ici.” (teriak memanggil)
Ici : “Seperti suara ayah memanggilku. Ayah. Iya ayah sudah pulang, pasti ayah sudah pulang.” (menuju ruan tengah)
Raden Gakgak : “Astaga Ici? Kamu kenapa berantakan begini, muka kamu pucat sekali,lalu tanganmu berbusa. Sedang apa kamu malam-malam begini?”
Ici : “Mmm..anu yah anu.” (bingung).
Raden Gakgak : “Anu apa sayang? Cerita sama ayah dan jangan bohong. Ayah engga pernah mengajarkan anak ayah untuk berbohong.”
Ici : “Mmm.. Ici ,Ici lagi cuci baju yah.”
Raden Gakgak : “Nyuci baju? Malam-malam gini nyuci baju? Baju siapa Ici? Kenpa tidak menunggu esok hari?”
Nyai Awis : “Oh gini loh pih..(tiba-tiba omongannya dipotong oleh Raden Gakgak).
Raden Gakgak : “Bu, ayah mau Ici yang menjelaskan,ayah tidak mau Ici berbohong. Jawab Ici.”
Ici :”Ici lagi nyuci baju ibu sama Oni, kata ibu kalau tidak selesai malam ini juga Ici engga boleh makan selama seminggu yah.”
Raden Gakgak :” Apa? Ibu bilang begitu. Ibu jahat sama Ici. Lalu apa yang pernah Ibu lakukan terhadap Ici?”
Ici :”Ga ada apa-apa lagi yah.” (menunduk).
Raden Gakgak : “Ici, jujur sama ayah,apalagi yang mereka perbuat terhadap kamu?”
Ici : “Ici pernah dipukul yah sama ibu padahal Ici engga salah apa-apa.”
Oni : “Bohong pih, Ici Cuma ngarang doang. Jangan dipercaya,mana mungkin mamih sejahat itu. Jangan percaya pih sama sitengil kampungan ini.”
Raden Gakgak : “Tengil? Kampungan? Maksud kamu apa Oni? Kalian tuh yah sudah jahat terhadap Ici, masih menyangkal dan sempat-sempatnya mengolok Ici seperti itu,dimana hati nurani kalian.”
Oni : “Duh mampus gue,keceplosan.”
Nyai Awis : “Pih,bukan begitu. Mamih minta maaf pih.”
Raden Gakgak : “Maaf? Untuk perlakuan kalian selama saya tidak ada disini Cuma dibalas maaf? Tidak ada maaf untuk kalian. Silahkan kalian pergi dari rumah ini,malam juga. Sekarang.” (marah)
Ici : “Ayah? Ayah jangan gitu. Dia ibu aku yah.”
Raden Gakgak : “Mulai malam ini dia bukan ibu kamu lagi Ci. Dan kamu Nyai Awis,mulai malam ini kita bercerai.”
Nyai Awis : “Tapi pih. Papih kok tega sama mamih.”
Raden Gakgak : “Jangan panggil saya papih lagi,saya bukan suami kamu lagi. Pergi.”

(Nyai Awis dan Onipun pergi dari rumah itu. Setelah kepergian Nyai Awis dan Oni hidup Ici menjadi Lebih baik karena tak ada yang menyiksanya lagi. Walau ia merasa kesepian dirumah sendiri ketika ayahnya pergi tapi ia tak pernah sedih.

2minggu kemudian.

Zubi  : “Ici..assalamualaikum.”
Raden Gakgak : “Waalaikumsalam, eh ada tamu. Siapa kamu anak muda?”
Zubi : “Oh,saya Zubi paman temannya Ici. Icinya ada paman?”
Raden Gakgak : “Oh temannya  Ici. Sebentar yah, Ici..Ici ada temanmu nak.”
Ici : “Siapa yah? (keluar) Oh,Zubi. Masuk-masuk Bi.”
Zubi : “Engga usah Ci,disini saja. Ada yang aku mau omongin sama kamu.”
Ici : “Apa? Kok kayanya penting banget gitu sih, trus muka kamu kok pucet.”
Zubi : “Gini Ci, aku disuruh oleh kedua orang tuaku untuk melanjutkan sekolah diSingapore sekalian untuk pengobatan Ci.”
Ici : “Pengobatan? Emang kamu sakit apa? Kenapa kamu engga pernah cerita sama aku?”
Zubi : “Maaf Ci,aku engga cerita kekamu karena memang aku engga mau ada satu orangpun yang tau tentang penyakitku.”
Ici : “Ok aku terima. Sekarang kamu jujur,kamu sakit apa?”
Zubi : (pegang tangan Ici) “Aku..aku kena kanker darah atau Leukimia stadium akhir. Aku harus melakukan kemoterapi diSingapore.”
Ici : “Bi kamu engga becandakan? Bi,yatuhan.” (nangis)
Zubi : “Engga Ci, yaudah Zubi pamit yah. Kamu jaga diri baik-baik,aku janji akan selalu menghubungi kamu walau aku lagi diSingapore. Goodbye Ci.” (melepas tangan Ici).

(Zubi pergi dan tiba-tiba terjatuh)

Ici : “Zubi.. (lari mendekati Zubi ) Zubi..bangun Zubi. Zubi aku rela kamu kesingapore aku rela kamu mau melakukan kemoterapi tapi aku belum rela kalau kamu tinggalkan aku buat selamanya. Zubi..bangun.” (menangis).

Raden Gakgak  keluar rumah

Raden Gakgak : “Ada apa Ci? Kenapa temanmu?” (sambil  memegang denyut nadi Zubi).
Ici : “Engga tau yah,tadi dia pamit pas dia mau pulang tiba-tiba jatuh begini.”
Raden Gakgak : “Ci, temanmu sudah tiada. Dia sudah menyusul ibumu.”
Ici : “Engga mungkin yah. Engga mungkin, Zubi bangun..bangun Bi aku mohon. (menangis).
Raden Gakgak : “Udah sayang relakan dia,biarkan dia bahagia bersama ibumu.” (memeluk Ici).

(Bunga Citra Lestari – Cinta Sejati)

Inilah akhir kisah cinta Garlicia Gamir, ia sangat terpukul akan kepergian orang-orang yang ia sayangi. Baginya begitu cepat tuhan mengambil semua yang ia punya, tapi ia masih bersyukur karena ia masih memiliki Ayah yang mencintainya.

Pemeran :
Fitri Sri Handayani sbg Garlicia Gamir (Ici)
Ririn Indah Rahayu sbg Oni ontika
Aditya Putra Pratama sbg Radeh Gakgak Kuat
Uti Haryanti sbg Nyai Mirah
Indah Pitaloka sbg Nyai Awis
Yudha Abdul Gani sbg Arsyad Hudzubila (Zubi)
Azwin Tri Putra sbg Surya Putra
Winda Prihatini sbg Ika Laura
Linda Vania sbg Anah Sulistiawati
Dodi Ruskandar sbg Indra Santoso
Dewi Darmawati sbg Sita Nuraini
Zulia Imami sbg Ely Susanti
Vina Pradipta sbg Mantri
Nurul Kamilah sbg Ibu Merri
Ayu Puspa Rahayu Krisnahadi sbg MC dan Narator

Biologi

BAGAIMANA AIR DAN GARAM MINERAL MASUK KE TUBUH TANAMAN?
A. PENGANGKUTAN EKSTRA VASKULAR
Mula-mula air masuk melalui rambut akar. Air kemudian masuk ke dalam korteks menuju berkas pengangkut. Dalam korteks air akan melalui 2 jalur yakni :

a. Simplas
Simplas merupakan proses pengangkutan intrasel (di dalam) sel hidup. Air akan bergerak melalui plasmodesmata. Diperkirakan terdapat 5 x 108 plasmodesmata/cm2. Hal ini menunjukkan banyak sekali saluran yang terdapat pada sel-sel yang berdekatan.

b. Apoplas
Apoplas merupakan proses pengangkutan air melalui ruang-ruang diantara dinding sel.

c. Setelah itu air akan mencapai endordermis. Dalam endodermis terdapat lapisan gabus yang disebut pita Caspary. Air kemudian masuk ke dalam pita Caspary.

B. PENGANGKUTAN INTRAVASKULER
Setelah air masuk dalam pita Caspary, air akan masuk ke dalam jaringan sel hidup yang dinamakan perisikel. Perisikel merupakan jaringan sel hidup yang mengelilingi xylem dan floem.
Antara perisikel dan endodermis terdapat tabung penyalur yang dinamakan stilus. Melalui perisikel air akan disalurkan ke dalam xylem dan dialirkan ke seluruh tubuh tanaman.

B.Indonesia – Paragraf Induktif

Paragraf induktif dapat dikembangkan dalam 3 pola, yaitu generalisasi, analogi dan sebab-akibat.

1. Generalisasi
Paragraf ini adalah paragraf yang memunculkan pernyataan khusus yang diakhiri oleh kesimpulan.
Contoh:
Sebagian besar yang menjadi pengangguran adalah mereka yang memiliki pendidikan minim, pemerintah juga kurang menyediakan lapangan pekerjaan. Jadi semakin hari jumlah pengangguran diIndonesia semakin banyak.

2. Ananlogi
Paragraf ini membandingkan dua hal yang memiliki kesamaan sifat, kemudian ditariklah kesimpulan dari perbandingan tersebut.
Contoh:
Seorang bayi yang baru lahir masih suci, baik dan buruknya ia kelak bergantung pada bagaimana orang tua mendidiknya. seperti halnya selembar kerats putih yang belum bernoda, akan menjadi apa kertas itu tergantung pada apa yang akan kita goreskan.

3. Sebab – akibat
Pola ini terbagi menjadi 3, yaitu Sebab – akibat, akibat – sebab, dan sebab – akibat1 – akibat 2.