11 Agt

Seorang yang selalu aku sayang, apakah masih dapat dikatakan bahwa ini adalah cinta jika satu sama lain diantara kita saling menyakiti? Bukankah cinta itu saling menjaga, menjaga perasaan salah satunya. Apakah masih dapat dikatakan bahwa ini adalah hubungan jika kita saja terpaut oleh ego dan amarah setiap saat? Bukankah seharusnya sebuah hubungan mempersatukan dua yang berbeda, dua yang tak sama, bahkan jika keduanya saling bertolak belakang sekalipun.
Jalan sebuah cinta memang tak selalu berujung sama dengan apa yang kita inginkan, Allah tidak akan dengan mudah memberikan setiap keinginan tanpa kita memperjuangkannya. Bukankah selalu Ia siapkan sesuatu yang indah ketika kita bersabar dan terus berada dalam usaha.
Bukankah Allah telah menciptakan satu hati bagi satu hati yang lain? Jadi, mengapa manusia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah Ia berikan, dan mengapa kita tidak pernah sabar dengan apa yang sedang Allah recanakan.
Sayangku, tetaplah jaga apa yang telah kita miliki, tetap jadikanlah ini cinta dan hubungan yang semakin mendekatkan kita pada Allah, semoga dengan kita saling mencintai karena Allah, kita akan senantiasa saling menjaga sekalipun dalam jarak dan hanya mampu saling memeluk dalam do’a. 🙂

“Jadilah imam terbaik untukku dan kelak untuk buah hati kita.. Imami aku dalam setiap sujudku dan nafkahi aku dengan segala keridhaanmu dalam pekerjaan halalmu.. Selalu kupanjatkan kebahagiaan kita di setiap tadahan tanganku dalam do’a…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: