Ketika Aku Pergi dan Berhenti Memperjuangkanmu

Masih terdengar jelas semua janji yang pernah kau ucapkan, masih sangat jelas terlihat semua caramu untuk meyakinkan aku, sejelas setiap goresan luka yang pernah membuatku sakit. Kenapa kamu harus ingkar untuk semua janji yang kau buat sendiri ? Akan ada saatnya aku mengerti jika kamu bukanlah takdirku.
Aku tak meragukanmu, hanya saja kau yang memaksa aku untuk terus menjauh dengan caramu, dengan sikapmu, dengan kamu yang terus menerus membuat aku seakan tak ingin lagi bertahan. Aku bingung dengan semua ini, aku yang terlalu tulus atau kamu yang tak serius ? tapi aku tetap bertahan bukan? Dan aku tetap bersama rindu ini, rindu yang terkadang ingin aku sudahi. Sayangnya aku selalu tak mampu, kamu tempatku memejamkan mata saat aku lelah dengan dunia nyata, aku hanya ingin kau tetap bangga dengan memiliki aku, aku selalu ingin mengatakan kalau aku baik-baik saja sekalipun kamu jauh dan sulit tersentuh.
aku memang jenuh, terkadang aku muak padamu, pada aku, pada kita, pada semua yang ada, tapi nyatanya semua ini harus tetap aku jalani dengan atau tanpa kamu menguatkan aku.
Setiap yang ditutupi pasti akan terbuka dengan sendirinya, jangan menabung kebohongan untuk membahagiakan aku, bukan dengan berbohong untuk menjaga perasaanku. Satu hal, sejak saat pertama aku meneteskan air mata luka ini untukmu, aku sudah memutuskan untuk tak lagi mengikatmu, aku hanya akan dengan tulus mencintaimu. Kau bebas untuk bersama siapapun, tapi ingat aku juga mampu mencintaimu dengan batasku, aku tak mengikatmu, aku hanya akan tetap mencintaimu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: