Luka

Lihat sedikit demi sedikit perubahan ini, bisa kamu rasakan? Ini bukan bentuk protesku atas kesakitan yang aku rasa, semua ini hanya sekedar caraku untuk tak semakin menyakiti hatiku sendiri. Selepas kamu menemuiku, menelponku, atau sekedar mengirim pesan, selalu saja aku tak dapat menahan air mata ini, tak jarang juga bukan aku menangis didepanmu? Menangis dengan kamu disampingku mungkin bisa membuatku sedikit lebih baik, tapi lihat kita, lihat jarak ini, aku benci jarak ini. ☹

Tak pernah sedikitpun aku mengerti kenapa kesakitan ini begitu berlarut, terus-menerus mengikis perasaanku, merapuhkan aku, membuatku ragu untuk melanjutkan mimpi denganmu, aku benci keadaan ini. ☹

Satu cara untuk berhenti membuatku terluka dan menangis seperti ini hanya dengan pergi menjauh dari segala tentang kita, tentang cinta kita, tentang hubungan ini. tapi kenapa tak ada cara lain, aku benci meninggalkanmu, aku benci tak bisa bersamamu, aku benci diriku yang selalu ragu dan ingin menyerah, andai aku punya pilihan lain untuk tak lagi terluka seperti ini tapi tetap bersamamu, andai..
Tapi sayangnya aku tak punya, dua pilihan, membiarkanku tetap terluka, atau bersama luka tanpa kamu..

Kini aku hanya berusaha bertahan sekuat mungkin mencoba percaya jika luka ini akan lekas mengering, aku hanya akan diam dengan kesakitan ini, aku yang akan mulai membiasakan diri dengan rasa sakitku, aku masih berpikir jika aku tak akan lagi terlalu sakit jika aku terbiasa hidup dengan kesakitan ini..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: