Orang ke-3

“Kamu pernah sadar ngga kalo ngga akan pernah ada orang ke-3 yang baik, karna kalau dia baik dia ngga akan pernah mau jadi orang ke-3. Apa kamu mau hidup bersama orang seperti itu?”

Pertanyaan semacam itu sudah tak asing bagi telingaku, terkadang rasanya begitu sakit, kita berdua menyadari akan kesalahan kita di masa lalu, dan kita mencoba bahagia menjalani kisah terberat kita dan berusaha tetap melaluinya bersama-sama. Aku dan kamu sadar bahwa mungkin kita bukan orang yang terlalu baik, dulu kita sama-sama pernah jadi orang ke-3, sama-sama saling menyakiti, tapi hanya kita yang tau tentang perasaan ini, tentang cinta, kesakitan, kekuatan serta beribu kesabaran untuk akhir yang kita inginkan.

Hingga saat dimana kita dipersatukanpun tiba, dimana Tuhan memberi kesempatan untuk kita mengakhiri segala kesalahan yang kita jalani. Tapi nyatanya, semua tak selalu nampak indah seperti bayangan kita. Salahkah jika aku sempat terpikir “semua kesulitan yang kita jalani, semua sakit yang aku rasa, yang kamu rasa, adalah sebagian karma dari Tuhan atas kesakitan orang-orang yang dulu kita sia-siakan”. Aku tak pernah mencoba menyia-nyiakan siapapun, aku hanya ingin kita berhenti menyakiti mereka dengan kebersamaan kita. tapi apa salah jika aku ingin bahagia denganmu? Dan apa harus aku merasakan apa yang dulu pernah aku lakukan sebagai orang ke-3?

Aku tau setiap perbuatan pasti selalu punya balasan. Karna memang Tuhan tak pernah tidur. Tapi apa aku masih saja salah atas perasaan ini? dan apa aku sebegitu pantasnya di jadikan korban orang ke-3 juga?

Aku memang pernah menyakiti hati seseorang mungkin, aku memang pernah menjadi orang ke-3, ya lebih tepatnya kita, kita pernah menjadi orang ke-3, tapi bukan berarti hubungan kita ini harus dihadiri atau bahkan berakhir karna orang ke-3 juga kan? Aku memang pernah menyakiti, aku pernah mengecewakan, tapi bukan berarti aku rela begitu saja disakiti dan dikecewakan.

Ini hanya untaian penyesalanku jika memang semua kesulitan yang terjadi dalam hubungan kita ini, ya aku hanya mampu berusaha memperbaiki diriku dan menyesali semua ini.. dan satu hal, apa kamu mau melanjutkan hidup dengan orang seperti aku?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: