‘kaum’ku

Bukan hidup namanya jika kita terus tersenyum, jika kita terus bersinar. Selalu ada kalanya kita menangis dan meredup. Tuhan selalu menganugerahi kebahagiaan untuk setiap manusia, setiap umatnya, tinggal bagaimana kita melewati setiap permasalahn yang hadir dalam hidup kita ini. tak pernah ada masalah yang tak bisa di selesaikan, sekalipun selalu membekas luka itu tapi di sisi yang lain selalu ada kebaikan. Masalah hadir untuk mendewasakan kita bukan untuk membuat kita menyerah dalam usaha, karena tak pernah ada usaha yang tak berat.

Aku mengerti kamu mungkin tau kesakitan ini, aku tau kamu peka dengan perasaanku, aku tau kamu menyayangiku seperti apa yang selalu kamu ucapkan. Tapi tak mudah membuat perasaan seorang wanita tenang, tak mudah meyakinkan seorang wanita yang pernah merasakan sakit. Kita sering kali tak dapat bangkit dari kesakitan ini, tapi buktinya kita selalu mampu memaafkan dan memberi kesempatan. Karena kaumku selalu tulus dalam rasa. Selalu berhati luhur untuk memaafkan kesalahan orang yang kita sayang, karena kitapun mengerti setiap laki-laki membutuhkan pelajaran dan kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Aku percaya dan jangan kecewakan aku, jangan buat aku menyesal karna sudah memberimu kesempatan.

Terkadang aku ingin sekali menangis dalam derasnya hujan, agar kamu tak pernah tau aku sakit sesakit ini, aku ingin kamu tau bila aku bahagia bersama kamu, aku ingin kamu tau kamulah alasan aku untuk tersenyum, bukan alasanku menangis dalam sakitku. Dan kamu tau, kamu yang meminta untuk bertahan, sedikitpun aku tak pernah memaksamu untuk itu, aku tak pernah memaksakan keinginanku untuk bersama kamu jika itu hanya menyiksamu karna keterpaksaan, jika harus pergi, pergilah. Jika ada yang lebih baik, pilihlah. Jangan pernah memilih aku diantara banyak wanita lain, karna aku tak ingin jadi pilihan, aku hanya ingin menjadi tujuan untuk seorang laki-laki yang tak akan pernah menyesal tlah memilih aku.

Kamu yang mengajarkan aku sebuah kesetiaan, bahkan mengenal kata “mendua” pun tidak. Semoga itu bukan saja pelajaran untukku tapi juga menjadi pegangan untukmu. Saat kita meyakini kita akan bisa bertahan, karna mempertahankan tak akan pernah semudah mendapatkan. Dan yang selalu aku ingatkan jangan pernah melupakan atau mengurangi intensitas hal yang biasa kita lakukan, hal-hal sederhana yang menyenangkan, dan menguatkan itu. Jangan pernah membuat aku menghadirkan 1% ketidakyakinan atas dirimu, karna itu akan menghancurkan 99% keyakinan yang telah aku bangun. Sampai saat ini, saat tersakitpun aku masih percaya kamu, aku (tetap) percaya kamu. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: