Tak Lagi Mudah

Aku mungkin sama seperti kamu, ngga nyaman dengan keadaan ini, dengan sikapku, dengan jarak ini juga. Ini benar-benar bukan mau kita tapi kenapa kita yang mesti menjalani semuanya. Aku ngga pernah ngerasa sekhawatir ini, bayangan-bayangan yang tak pernah aku mau selalu hadir sekedar membuat perasaanku sakit, aku tak pernah ingin seperti ini, aku ingin selalu percaya sekalipun pada kabar yang tak pernah aku tahu kebenarannya. Tapi ini tak semudah itu, tak semudah kita merencanakannya, tak semudah yang selalu kamu ucapkan. Disini aku yang menjalani. Aku mungkin terkesan tak mau mengerti keadaan kamu, tak pernah mau berbagi waktumu untuk teman-teman kamu, semua terkesan egois. Tapi ini benar-benar aku yang menjalani, aku yang merasakan, aku yang berjuang untuk sekedar mendamaikan hati dan fikiranku. Kamu selalu bilang aku hanya saja belum merasakan ada diposisi kamu, yang benar-benar membutuhkan orang lain ketimbang aku yang jauh disini, kamu butuh orang lain disana, dan terkadang semua itu menyudutkan aku, aku yang tak mengerti dan merasakan bagaimana ada dalam keadaan itu. Sesekali aku ingin sekali kita bertukar tempat, setidaknya agar kamu tahu ngga mudah juga jadi aku, ngga mudah mendamaikan semua rasa ini dengan keadaan. Kamu selalu bilang suatu saat aku akan mengerti dengan keadaan kamu saat ini, terkadang aku selalu memohon, kenapa tak sekarang saja aku dibuat mengerti akan hal itu. Aku terlalu lelah, aku sudah cukup sakit. Dan aku terlalu banyak membuat kamu sakit tentu.

Terkadang juga sepertinya jadi ‘tak peduli’ itu lebih nyaman dibanding menghawatirkan kamu. Pikiran yang benar-benar tak masuk akal memang, bisa-bisanya aku berpikir untuk tak mempedulikan kamu, itu karna aku terlampau tak kuat menjalani ini. Tapi nyatanya mana bisa aku melakukan itu. Mungkin kamu tahu dan juga mengerti.

Ternyata memang tak semudah yang kita bayangkan, masalah dan kesulitan ini berlipat-lipat sulitnya dari yang sudah kita bicarakan. Ini memang tak sama. Jarak itu memberi ruang yang sangat besar anatara aku dan kamu. Memberi banyak peluang untuk aku menyakiti diriku sendiri. Kepercayaan itu tak lagi mudah. Jarak mempersulit semuanya, meregangkan semua ini. Tapi do’a ini tak pernah putus mengalir padaNya, aku tahu Dia-lah yang mampu mendamaikan perasaan ini. aku memang tak pernah tahu apa yang kamu sembunyikan dariku, atau itu hanya sekedar perasaanku, tapi biar saja Ia yang tahu, siapa yang lebih tulus dan selalu ikhlas akan perasaan dalam hubungan ini. semoga Ia memang akan selalu menjaga hatimu seperti yang selalu aku minta, memudahkan segala yang aku jalani untuk melalui setiap kesulitan ini dengan atau tanpa kamu sekalipun.

Ada berjuta alasan untuk pergi, tapi selalu ada satu alasan untuk bertahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: