kilas balik

Tak tau kenapa rasanya hari ini mataku ingin sekali menangis setiap kali aku mengingat kamu, tak tau apa yang aku mau, yang pasti seperti ada perasaan yang membuatku ingin menangis setiap kali bayangmu melintasi pikiranku, setiap kali aku harus membiarkan kamu pergi dan membiarkan aku sendiri. Yang aku rasakan ini seperti rindu, mungkin yang aku mau adalah selalu bersama kamu, meski tak secara langsung, tapi aku benar-benar ingin selalu dengan kamu, satu keinginan yang tak pernah aku dapatkan entah hanya untuk saat ini atau hingga kelak aku mati karena perasaan ini sendiri.

Aku rindu, rindu kamu, tapi aku juga rindu dengan diriku yang dulu, aku yang tak pernah banyak menuntut padamu, aku yang tak pernah membuatmu merasa bersalah akan keadaanku, aku yang tak pernah menyiksa perasaanku sendiri, aku yang tak pernah membuatmu merasa tertekan, aku yang selalu bisa tersenyum meski hanya dengan alasan yang sederhana, hanya dengan kata “i love u forever sayang”, hanya dengan ungkapan “aku sayang kamu selamanya”. Sederhana saja rupanya untuk bisa membuatku tersenyum. Tapi sekarang, justru aku sendiri yang menyakiti diriku dengan berharap lebih padamu.

Aku tak pernah mengharapkan kamu membayar atau membalas semua yang sudah aku lakukan itu, atau melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan, hanya satu hal, cukup buat aku tersenyum seperti dulu saja, seperti hubungan kita diawal. Aku rindukan semua itu, mungkin aku rindu kamu yang seperti dulu, setiap waktu, setiap aku bersama denganmu, 2 kata itu selalu aku dengar, mungkin kamu tak menyadari hal sekecil itu, sekarang setiap kali kamu menutup telpon, aku jarang bahkan nyaris tak pernah mendengar kata itu lagi. Hanya “love u” & “aku sayang kamu” 🙂 , itu sajakah??? Apa kamu sudah tak ingin mencintai aku untuk “selamanya” lagi??? Apa rasa sayang kamu buatku juga tak akan untuk “selamanya”??? seperti yang dulu sering kamu ucapkan, yang sering aku dengar. Aku rindu itu, aku rindu cara sederhanamu yang bisa membuatku tersenyum dan merasa milikmu.

Dulu kita memulai semuanya hanya dari hal kecil, sebuah “senyuman”. Hanya dengan cara yang sederhana, dengan sebuah “tatapan”. Dengan singkat pula menjalani semuanya. Tapi aku ingin kita bisa belajar dari semua itu, aku gak mau kita melupakan hal-hal kecil diawal, hubungan yang kita inginkan bisa kita dapat dengan tidak melupakan hal-hal yang sering kita lakukan diawal, dengan selalu mengulang hal-hal kecil yang dulu kita lakukan. Semua sederhana, aku tak pernah ingin mempersulit hubungan ini dengan sikapku sekarang. Ya cinta kita memang sederhana, tapi aku tak pernah ingin cinta kita sesingkat kita mengawali semuanya, dan tak akan mungkin juga cinta kita semudah kita memulai segalanya. Pasti akan ada tantangan, pasti kita juga akan ditujukan pada jalan-jalan yang terjal. Tapi jika kamu bisa untuk tidak melupakan hal sederhana itu, aku rasa kita akan tetap kuat, kita akan bersama bagaimanapun semua orang tak suka dengan hubungan ini.

Aku rindu kamu, aku rindu senyumku, aku rindu kamu yang bisa meyakinkanku bahwa aku memang milikmu, satu-satunya yang kamu cinta. Cara sederhana yang mampu membuatku tersenyum…. semoga kamu memang tak akan pernah melupakan itu. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: